satu hal yang sulit kulupakan tentang kamu adalah
saat kau hadir dalam hidupku untuk ada
satu hal yang sulit kulepaskan tentang kamu adalah
saat kau berkorban untuk hidupku untuk ada
satu hal yang tak mungkin kuhapuskan tentang kamu adalah
saat kau menerima bunga ini sebagai perpisahan kita.
aku tau, sulit bagimu untuk membagi hatimu.
aku tau, aku hanya datang disaat kamu bimbang
aku tau, aku hanya ada bagimu saat kau butuhkan
tapi aku tidak pernah merasa menyesal
karena cintamu
tapi aku tidak pernah merasa kecewa
karena harus berpisah
aku hanya sulit melupakan dirimu,
bukan cintamu.
karena dengan dirimu lah aku merasa bahagia.
saat terindah dalam hidupku adalah bersamamu
saat tersedih dalam hidupku adalah kehilanganmu
andai kelak kau kembali lagi padaku
aku tau saat itulah aku telah mengerti tentang kamu sepenuhnya.
andai kelak kau kembali lagi padaku
berjanjilah hatimu telah penuh dengan keinginan
untuk kebahagiaan kita selamanya
walau di dunia selanjutnya yang mempertemukan kita
agnes davonar
Sabtu, 28 Agustus 2010
karya
my last love
Dalam hidupku, aku mungkin terlahir sebagai gadis yang paling dicintai Tuhan, sejak kecil, aku kehilangan ayahku karena sebuah kecelakaan. Ibu berjuang membesarkanku dengan mencuci pakaian hingga akhirnya beliau memiliki toko Laundry. Ketika usiaku 22 dan tumbuh sebagai gadis yang normal serta memiliki seorang kekasih yang hendak menikahiku, Sebuah kecelakaan menghancurkan segalanya. Aku kehilangan kedua kakiku yang lumpuh dan kekasihku walau tidak pernah mengatakan pisah padaku, takdir membuatku sadar kami harus berpisah karena aku bukanlah gadis yang diharapkan menjadi menantu keluarganya, karena mereka menyebutku gadis cacat.
Walaupun aku cacat, aku tidak pernah menyerah terhadap hidupku. Aku tidak dendam terhadap orang yang telah membuatku cacat, walau ia menghilang setelah kejadian itu. Hingga seorang pria yang begitu mencintaiku datang, ia menerima keadaanku yang cacat. Namanya Martin, ia pria tampan yang begitu sederhana dalam hidupku. Walaupun aku cacat, ia berjuang untuk hidupku. Menjadi pria yang menjaga dan melindungiku. Kadang aku sampai bertanya? Apa yang membuatnya begitu mencintaiku, rela menghabiskan waktu dan uangnya hanya untuk membuatku yakin.
Kalau aku akan sembuh dan normal pada suatu saat nanti.
Suatu hari ia memberitahuku, ia memikili seorang dokter yang dapat menyembuhkanku, ia memintaku ikut dengannya ke Amerika. Aku awalnya berpikir ini mustahil, tapi berkat kuasa Tuhan dan Doa ibuku, akhirnya aku benar-benar sembuh walaupun tidak bisa berlari, setidaknya aku masih bisa berjalan tanpa kursi roda yang sudah bersamaku beberapa tahun belakangan ini. Aku pikir aku akan menjadi gadis paling bahagia, setelah Martin melamarku tepat di hari Valentine. Aku menerimanya, kami menikah dan hidup bahagia tapi tidak untuk Martin, ia terusir dari keluarga dan materi yang biasa ia dapatkan sebagai anak orang kaya.
Martin pria yang sangat bekerja keras, walau tanpa uang dari ayahnya, ia mampu berkerja apapun sebagai suami. tapi 6 bulan setelah pernikahan kami saat aku hamil 3 bulan. Ia tiba-tiba pingsan dihadapanku. Ia Nampak tidak sehat sehabis pulang bekerja. Karena cemas aku membawanya ke rumah sakit. Dan betapa hancurnya hatiku, saat dokter berkata kalau suamiku terjangkit virus HIV. Aku menangis, menunggu saat yang tepat untuk bertanya kepada suamiku, mengapa penyakit itu bisa ada dalam hidupnya. Tapi hal itu tidak pernah aku tanyakan, karena lebih baik aku berpikir untuk fokus menyembuhkan dirinya dari penyakit paru-paru basah miliknya, karena ia bekerja sebagai pelatih renang dan itu lah penyebab paru-parunya penuh air.
Martin, tanpa aku bilang tentang penyakitnya, ia sudah tau apa yang ada di dalam tubuhnya. Aku tau ia cemas, bayi yang kami kandung. Mungkin ataupun aku, bisa terjangkit virus yang sama dengannya. Tapi sebagai istri, aku berusaha kuat, walaupun aku cemas terhadap hasil akhir tes darah yang akan diberikan dokter tentang kondisi tubuhku. Beberapa hari kemudian, hasil tes mengatakan aku ataupun bayi di perutku tidak terjankit dan aku bersyukur melewati cobaan ini.
Tanpa alasan yang aku mengerti, tiba-tiba kondisi Martin begitu genting dan darurat. Dokter mengatakan, terjadi kompilasi penyakit kuning dan rusaknya paru-paru. Aku menangis, memikirkan keadaan suamiku. Ia menatapku, membesarkan hatiku. Tapi aku bisa melihat ada sesuatu di hatinya yang hendak ia katakan padaku. Dokter mengatakan padaku, kalau kondisi suamiku mungkin sulit disembuhkan dan mereka menyarankan aku mencari pengobatan di Singapura. Aku pun menawarkan suamiku. Tapi ia menolak, ia meminta di rawat di sini. Aku hanya terdiam, aku tau, ia tidak ingin dibantah dan aku hanya bisa berdoa kepadanya agar Tuhan memberikan mujizat.
Sampai suatu hari, aku mulai mendapatkan kejujuran dari suamiku, tentang hidupnya. Sebuah misteri yang tak pernah aku tau. Ia mengatakan kalimat maaf setiap hari hingga 7 hari dengan berbagai hal yang sulit kupahami.
Hari pertama, ia bicara padaku
“ Angel, aku ingin mengatakan sebuah kejujuran dalam hidupku. Hal pertama yang ingin kukatakan padamu, aku tau aku terjankit virus HIV Sejak 1 bulan setelah pernikahan kita, aku minta maaf padamu, mungkin ini dosaku, di masa mudaku, hidup terlalu bebas dan kini menerima akibatnya ”
Aku hanya tersenyum dan berkata.
“ Tidak apa Martin, karena semua sudah menjadi jalannya. Aku ataupun bayi yang sedang kita kandung sehat negative dari virus HIV, janganlah kamu merasa bersalah. ”
Hari kedua, ia kembali bicara padaku.
“ Angel, aku ingin mengatakan kejujuran kedua dalam hidupku. Aku adalah orang yang membuatmu cacat dan pelaku dari tabrak lari yang membuatmu lumpuh. Maafkan aku..”
Aku shock, aku sadar memang terlintas Martin adalah pelaku yang membuatku cacat, tapi aku pun bisa menerima keadaan itu.
“ Aku tau sejak awal kamu adalah orang yang membuatku cacat, tapi aku bisa mengerti. Aku sadar kamu begitu menyesali kejadian itu, kamu hadir dalam hidupku, begitu bersemangat membuatku sembuh. Itu sudah membuktikan kalau kamu merasa menyesal dan bertanggung jawab”
“ Aku terpaksa melakukan itu, lari dari tanggung jawab. Karena orang tuaku tidak mau di penjara dan memintaku lari keluar negeri, setelah aku bisa kembali,aku pun mencarimu, melihatmu dengan keadaan lumpuh, aku sungguh berdosa. Aku memohon maaf atas ketidakjujuran selama ini.”
“ Lupakan saja Martin, aku sudah memaafkanmu sejak kamu berani muncul padaku. Aku bahagia dengan semua ini, janganlah merasa bersalah..”
Martin hanya tertunduk walaupun ia masih berasa bersalah. Hari ketiga ia pun bertanya padaku.
“ Angel andai aku sembuh, maukah hidup denganku sebagai pria HIV, apakah kau tidak takut padaku?”
Aku menjawab dengan hatiku yang tulus.
“ Martin, ketika aku disebut gadis cacat, kamulah orang yang selalu melindungiku, mengendongku saat aku tidak bisa menaiki tangga, menikahi gadis cacat sepertiku, bahkan menghabiskan uang yang banyak untuk kesembuhan hidupku, berpisah dengan kelurgamu. Kamu menerima aku sebagai gadis cacat, itu adalah kebesaran hidup yang paling indah buatku, sekarang kalaupun sakit, biarkanlah aku menjaga dan merawatmu, dengan cinta yang sama saat kau berikan padaku yang cacat”
Martin menangis mendengarkan itu, aku pun menangis, ia bahkan sampai diusir dari keluarganya karena menikah denganku. Ayahnya orang kaya, tidak akan sudi memanggilku menantu.Karena aku cacat saat dulu.
Hari keempat ia kembali bicara padaku, wajahnya semakin pucat. Aku tau, kondisinya memburuk.
“ Angel bersediakah kau pergi menemui keluargaku, menyampaikan permohonan maafku, kepada ayah, ibu dan adikku,memberitahukan kepada mereka, kalau kau sedang mengandung cucu mereka.?”
Aku tau ini jawaban yang sulit, tapi aku pun menyanggupi, aku tau mereka akan menolakku atau bahkan mengusirku tapi demi Martin, aku berjuang untuk menyampaikan pesan suamiku. Aku tiba dirumah mereka, menekan bel. Ibunya menyambutku dengan kalimat “ Gadis cacat tidak tau malu, “ aku tetap menaruh senyumku. Ayahnya muncul tapi hanya memperhatikanku sambil berkata” Mau apalagi? Sudah cukup mengambil putraku? Apalagi yang kurang?”
Aku dengan tenang berkata, “ Ayah dan ibu, saat ini Martin terbaring sakit, ia memintaku untuk datang pada kalian. Walaupun aku tau, sulit untuk kalian menerimaku, tapi setidaknya biarkanlah aku memohon kepada kalian untuk melihat Martin, ia ingin berjumpa dengan kalian. Kalaupun kalian tidak sudi untuk itu, aku ingin kalian tau, Martin memohon Maaf kepada kalian, andai kata ia tidak menjadi anak yang berbakti. Aku sedang hamil dan beberapa bulan lagi akan melahirkan. Setidaknya izinkan cucumu ini kelak menemuimu dan memanggilku kakek dan nenek.”
Aku pergi dengan berlinang air mata, ayah dan ibu Martin tidak menjawab apapun. Aku sedih dan menghampiri Martin, mengatakan semua yang sudah kulakukan. Ia membelai kepalaku, membesarkan hatiku dan berkata kalau kelak ayah dan ibunya akan menerima aku dan cucunya.
Hari ke lima, Martin kembali bicara padaku.
“ Angel, bolehkah kau membuatkanku makanan yang ingin sekali kumakan?”
“ Makanan apa Martin.”
“ Sejak menikah denganmu, aku paling suka masakan sayur lodeh buatanmu. Bisakah kau membuatkanku itu?”
“ Aku akan buatkan untukmu.”
Aku pulang ke rumahku, dengan wajah penuh kesedihan. Aku sadar, ibuku pernah berkata, bila seseorang meminta makanan yang hendak ia makan, artinya cepat atau lambat, makanan itu akan menjadi makanan terakhir yang ia makan. Sejak kecil ia terbiasa makanan mewah, hidup bersamaku dengan makanan kampung membuatnya lebih bahagia. Dengan penuh kesedihan aku membuatku makanan itu, membawanya kepada Martin. Ia menyantapnya dengan lahap, padahal ia tidak pernah mau makan beberapa hari terakhir karena merasa tidak nafsu makan.
Hari ke enam menjelang hari ketujuh.
Martin membelai perutku yang mulai membesar, dan bertanya.
“ Apakah kamu tau, apa jenis kelamin bayi kita?”
“ Kata dokter, ia akan menjadi anak perempuan.”
“ Aku senang, aku boleh memohon padamu Angel?”
“ Katakan Martin..’
“ Berikan nama anak kita Angel, seperti namamu, karena namamu begitu indah terdengar. Bersediakah kau lakukan itu untukku.”
Aku menahan tangisku, aku pun menyanggupi permohonan Martin. Ia mulai merasa tak kuat menahan rasa sakitnya. Terkadang aku sedih melihatnya saat kesakitan, tapi aku tak bisa melakukan apapun selain berdoa agar dirinya lekas lepas dari penderitaan begitu berat baginya.keesokan harinya, hari paling berduka dalam hidupku. Hari yang tak akan pernah terlupa dalam hidupku. Martin tiba-tiba meminta dokter memanggilku dan bicara padaku.
“ Angel, kau harus tau, hidupku mungkin singkat di dunia ini. Tapi di dalam hidupku hanya tersimpan dua hal yang akan pernah kulupakan. Hal pertama adalah saat aku pertama kali jatuh cinta padamu, dan kedua, saat aku bisa melihatmu berjalan. Andai aku kelak tak ada lagi, berjanjilah padaku, merawat anak kita hingga menjadi anak yang berbakti, berikah kasih sayang yang tak sempat kuberikan padanya. Dan katakan padanya, aku sangat mencintainya..”
“ Kenapa kamu bicara seperti itu Martin, kamu jangan tinggalkan aku.. aku tidak bisa hidup tanpamu?” kekuatan hatiku hilang saat itu untuk tegar.
“ Kamu adalah gadis kuat, aku percaya kamu akan bertahan dan berjanji hidup untukku..”
“ Aku takut..”
“ Berjanjilah, padaku..”
Dengan berat hati aku berjanji padanya. Saat itulah aku melihatnya pergi terakhir kalinya dalam hidupku. 7 Hal yang ia katakan sebelum pergi menyadarkan aku betapa ia sangat berarti dalam hidupku. Betapa dia adalah orang yang telah membuatku hidup sebagai gadis kuat yang mampu bertahan dari cobaan berat dalam hidupku.Martin pun meninggal dengan membawa kenangan terindah dalam hidupku.
Kutaburkan abu hidupnya yang terakhir di laut, kujanjikan masa depan anak kami untuk mengenangnya.Ia mungkin pergi dalam hidupku, tapi ia mengajarkan kepadaku arti cinta sesungguhnya. Arti cinta dan pengorbanan bagi dirinya. Cinta yang membuatnya kehilangan segalanya. Harta dan keluarganya, tapi tidak kebesaran hatinya untukku.
Semoga saja kisahku ini menjadi kekuatan kalian untuk memberikan arti cinta tanpa berharap balasan yang tidak bisa dihargai dengan uang ataupun berlian sekalipun.
Tamat.
Kisah ini terdapat dalam novel Agnes Davonar berjudul
MY LAST LOVE.
kekasihku daniel
Kekasihku Daniel- Arti kebaikan sesungguhnya dalam hidup setelah membaca kisah ini
” Saat Terindah Dalam Hidupku Adalah Bersamamu, Saat Tersedih Dalam Hidupku Adalah Kehilanganmu” Agnes Davonar, penulis.
Namanya Daniel, cowok yang baru berusia 24 tahun. Wajahnya.. kata orang sih gak ganteng, ngak pinter dan juga ngak atletis. Sampai detik ini, temen-temen masih mikir? Kok bisa ya dia jadi pacar gua? Padahal sumpah mati mereka tau, gua gak pernah berharap punya pacar kayak dia. Banyak yang bilang kalau wajah gua yang lumayan cantik bila jalan sama dia? Bakal seperti antara majikan dan pembantu.
Mungkin awalnya demikian, tapi dari seorang Daniel. Gua belajar banyak tentang bagaimana menghargai seorang laki-laki, bagaimana memperlakukan laki-laki dan terakhir bagaimana mengerti arti cinta itu sesungguhnya.
Suatu hari, gua lagi asyik online. Teman-teman gua, semua uda pada mulai eksis di dunia facebook. Rasanya kalau gua gak gabung, bisa jadi gua dianggap gadis kampung. Padahal orang kampung pun uda pakai facebook. Lupakan sejenak kisah stupid itu, yang pasti dari facebook. Gua bisa kontak-kontakan lagi sama teman-temen gua dari jaman pipis di celana sampai sekarang ngerti kalau umur gua uda cukup tua sebagai cewek, 23 tahun.
Nah, karena baru aja putus cinta. Rasanya gua alergi banget sama foto-foto mantan gua yang nangkring di facebook gua, jadi tugas gua malam itu adalah menghapus semua foto-foto mantan gua. Tapi semakin gua perhatikan foto-foto kenang-kenangan kita, kok rasanya gua jadi sedih sendiri ya. Sampai tanpa sadar gua jadi nangis, padahal yang minta putus juga gua, hal kecil sih, gara-gara dia mau sekolah di luar dan gua gak setuju. Apa daya, bokapnya jenderal dan dia ajudan. Pisah deh hubungan kita,
Saat gua menangis, chat online di Facebook nyala, seseorang muncul dan berkata memperhatikan gua sedang menghapus semua foto-foto gua. Dia bilang
“ Lagi putus cinta ya? “ Kata dia.
Awalnya gua mau cuekin, tapi kayaknya bakal menarik juga ya kalau gua marah-marah dan maki-maki orang ini, soalnya gua perhatiin, kita gak kenal sama sekali.
“ Sok tau loe?” kata gua,
“ Ya tau dong, kan gua juga lagi putus cinta, senasib deh..”
Kalimat dia yang bikin gua langsung nyegir. Penasaran sekaligus merasa senasib. Singkat kata, walaupun gua ga kenal dia, akhirnya kita malah jadi curhat-curhatan. Gua jadi tau juga, kalau dia putus sama pacarnya karena gak cocok setelah 5 tahun pacaran. Dalam hati gua berkata, kalau 5 tahun segitu lamanya dibilang kagak cocok, jadi selama 5 tahun itu ngapain ya?.
Akhirnya kita gak bicara lagi setelah malam itu, tapi dia sempat mengatakan nama dia ke gua.
“ Gua Daniel, thanks uda mau temenin gua ngobrol malam ini?”
Gua hanya senyum-senyum manggut, setau gua, harusnya gua yang curhat, kok malah jadi dia. Ya sudahlah, setidaknya dia uda bikin malam ini berwarna. Kita pun pisah, tanpa bicara dan gua sempat mengenalkan diri gua dengan bilang, “ Panggil gua Angel aja, kalau perlu blackAngel.”
“ Kenapa harus BlackAngel, kenapa ga WhiteAngel”
Gua terdiam dan offline dari facebook gua. Bukan urusan dia kalau gua mau jadi white or black, yang pasti hari itu menjadi hari perkenalan kita.
***
2 bulan kemudian.
Sahabat gua Agnes, tiba-tiba nikah. Dia ngundang gua datang ke kawinan dia. Gua tau, tentunya tau banget rasanya ke undangan seorang diri. pasti di bilang kagak laku atau parahnya perawan tua. Kalau bukan karena Agnes ini teman baik gua waktu jaman smp, pasti gua gak mau datang. Dengan terpaksa gua ajak adik gua, Teddy. Walaupun dia itu masih kecil, setidaknya orang-orang bakal kepikiran dia pacar gua kalau ga kenal. Cara yang jitu untuk membuat gua lepas dari julukan jomblo.
Seperti yang gua duga, undangan bakal dipenuhi temen-temen gak jelas. Akhirnya gua hanya bisa mojok sambil menikmati jus jeruk, karena udangan berdiri, gua harus rebutan sama banyak orang. Nah, saat gua uda menemukan satu bangku, gua mau lompat, eh tiba-tiba nenek-nenek tua nyerobot gitu aja. Jus di tangan gua jatuh dan tanpa sengaja kena sama cowok yang lagi duduk disampingnya. Omg.. gua jadi parno sendiri ngelihat tuh cowok kemeja putihnya jadi berwarna belang.
“ Sorry..” kata gua dan cowok itu natap gua dengan perasaan kesal tentunya.
“ Gapapa..” kata dia bangkit dari kursi dan pergi keluar ruangan, banyak yang lihatin gua, akhirnya gua terpaksa keluar dari ruangan pernikahan itu daripada dilihatin banyak orang.
Saat gua keluar, cowok yang tadi ketimpa jus gua, sedang bersih-bersih dengan tissue. Gua memperhatikan dan mendekat ke dia.
“ Sorry ya sekali lagi, tadi ga sengaja banget.”
“ Gapapa, tapi kok loe ga asing ya buat gua?” kata cowok itu.
“ Masa sih, maybe gua mukanya pasaran kali ya..”
“ Oh, gua inget. Loe temen facebook gua.. Angel ya namanya?” kata dia dan gua berpikir bisa jadi juga soalnya kan facebook itu sesuai tujuannya, menghubungan anda dengan semua orang.
“ iya benar, emang nama loe siapa?”
“ Gua Daniel, dulu kita sempat chat. Tapi uda lama banget..” kata dia dan gua pura-pura senyum and merasa inget..
“ Mungkin ya,. “
Dia pun menjelaskan kalau Agnes ini masih ada hubungan teman sama dia, akhirnya lupa deh kejadian jus jeruk tumpah itu. Sebenarnya sih, gua ga ada minat sama sekali ketika melihat wajah dia. Gak ganteng dan gak menarik, Cuma menang tinggi dan putih aja. Level gua terlalu tinggi dalam menilai pria, kita bicara banyak tapi ala kadarnya, beruntunglah adik gua muncul dan akhirnya hendak membawa gua pergi. Gua pun pamitan, tiba-tiba dia nanya.
“ Angel, boleh minta nomor telepon ga?”
“ Heh..” mulut gua terkunci, rasanya gak mau kasih, tapi melihat perlakuan gua sama baju dia, akhirnya gua pun kasih.
Dia tersenyum. Dan akhirnya pesta berakhir dan kita pun berakhir, ini gua sebut. Takdir kedua kita , setelah facebook online dulu.
***
Benar kata nenek gua, yang namanya jodoh, gak akan lari kemana-kemana. Gua kembali ditakdirkan ketemu sama si Daniel. Dia emang ga pernah nelepon atau sms gua setelah gua kasih nomor telepon gua. Tapi kita kembali ketemu saat tiba-tiba motor bebek gua mogok di jalan. Astaga, neh motor pas bawa dari rumah masih ok-ok aja. Kok tiba-tiba mati dijalan. Padahal tujuan gua naik motor ini Cuma mau beli makanan anjing gua di depan rumah. Gua bengong di jalan, tiba-tiba, si Daniel itu muncul. begonya lagi sampai detik itu gua ga lupa nama dia.
Entah bagaimana dia muncul, tapi motor gua beres saat itu juga. Saat gua Tanya kenapa bisa ada disini, dia bilang, dia mau ke rumah temen buat main futsal di deket Puri. Takdir yang aneh, walaupun dia sudah menolong motor gua yang ternyata businya lepas saat gua rem. Gua ga bilang terima kasih, tapi pergi gitu aja.Saat di depan toko anjing, gua baru merasa salah, harusnya gua bilang thks or apa gitu. Akhirnya gua berjanji dalam hati gua, kalau dia muncul lagi dalam hidup gua, gua bakal bilang terima kasih.
Sepertinya Tuhan emang uda mengatur semuanya, sekali lagi kita ketemu. Tapi kali ini, dalam keadaan berbeda. Saat itu, foto dia muncul di halaman depan facebook gua, foto dimana dia disitu lagi pakai baju kemeja dan terlihat lebih keren dari sebelumnya yang hanya pakai kaos oblong. Gua pun mengirimkan pesan di wall dia, dan berkata.
“ thks buat waktu itu di jalan, lupa bilang thksnya..” kata gua dan beberapa menit kemudian dia balas.
“ Sama-sama, sering-sering aja ya.. “ maksud dia ini ngeledekin gua supaya sering-sering mogok gitu apa gimana? Gua kaga ngerti. Tapi semua wall-wall di facebook kita berlanjut dengan kesapakatan kalau gua bakal traktir dia.
Kita janjian dan akhirnya untuk pertama kali dia nelepon gua. Gua bilang, gua akan ngajak dia makan di pizza hut puri. Kebetulan ada harga diskon buat berdua, hahaha, jangan pikir gua ini pelit ya, tapi emang lagi pengen aja. Kita janjian malam itu. Dia datang, dan kita bicara panjang lebar. Mengenal Daniel lebih dalam tentang siapa dia, yang pasti dia ini ternyata tinggal di daerah yang gak jauh dari tempat gua. Anaknya menarik,sopan dan yang pasti lugu sekali. Gua bukan cewek yang bodoh dalam menilai, tapi gua yakin banget,. Daniel itu terlalu polos sebagai cowok, apalagi ditambah dengan kalimat dia tentang kisah cinta dia yang berujung kalau dia di selingkuhi sama pacar dia,.
Saat-saat asyik lagi ngobrol. Tiba-tiba mantan gua muncul bersama gadis lain. Gua bingung, katanya dia mau kuliah di China. Lah kok tiba-tiba malah gandeng cewek. Gua memperhatikan dia berjalan, akhirnya dia sadar gua ada disana.Gua bangkit dan mendekatin dia.
“ Katanya loe ke China? Kok malah asyik pacaran?” kata gua emosi. Mantan gua sepertinya lebih berani membalas emosi gua dengan kalimat yang lebih menyakitkan.
“ Mau gua ke China atau Asyik pacaran? Ini kan bukan urusan loe? Loe kan bukan siapa-siapa gua?” mendengar kalimat itu gua langsung sakit di hati.
“ Maksud loe apa sih?” kata gua.
“ Eh, Angel, uda cukup ya loe mengontrol hidup gua, gua uda muak selama ini sama hubungan kita, loe pikir loe ini kecantikan hingga bisa suruh-suruh gua seenak hati loe. Gua senang akhirnya kita putus walau dengan alasan ke China. Karena gua sudah bosen lihat tingkah loe yang sok otoritir”
Mendengar kalimat itu, tangan gua spontan menampar dia. Rasanya sakit sekali mendengar orang yang pernah gua cintai bicara demikian. Daniel bangkit, menarik gua perlahan. Mengajak gua duduk. Gua ingin menangis, tapi gua menahan semuanya.
“ Gua mau pulang “ ucap gua langsung berjalan meninggalkan tempat makan, Daniel mengikuti gua sampai ke tempat parkir.
“ Angel.. “ teriak Daniel dan melihat dia,. Gua langsung menangis. Menangis karena harga diri gua sebagai perempuan telah hancur oleh hinaan mantan gua. Dia memeluk gua. Dan kalimatnya yang indah membuat gua tersadar untuk berhenti menangis.
“ Angel, jangan menangis untuk orang yang menyakiti loe, tapi menangis untuk kebahagiaan loe karena akhirnya loe tau siapa pria itu..”
Daniel benar, gua gak boleh menangis karena orang stupid itu, harusnya menangis karena bahagia akhirnya gua tau cinta dia itu palsu.
***
Daniel seperti obat bagi kehidupan gua setelah makan siang berantakan itu, gua banyak menghabiskan waktu sama dia. Tapi gua gak pernah menganggap dia sebagai apapun selain teman. Lucunya, dia seperti banyak waktu untuk orang seperti gua, dia rela belajar main tenis untuk bisa main sama gua. Dia rela ke salon bareng gua sekedar creambath, padahal rambutnya kan pendek. Tapi semua dia lakukan untuk apa, gua masih bertanya-tanya dalam hati. Yang pasti hal itu biar menjadi rahasia dia.
Tapi gua sempat menunjukan kalimat yang mungkin menurut gua sangat keterlaluan. Suatu ketika. Didepan sahabat-sahabat gua. Seorang teman bertanya sama gua.
“ Angel loe jadian ya sama Daniel?”
“ Heh, ga salah loe? Mana mungkin, Daniel itu kan bukan tipe gua, ga level lah ya..” gua mungkin hanya ingin bercanda saat itu, tapi saat itu Daniel muncul. gua terdiam. Dia hanya tersenyum. Gua yakin dia mendengar kalimat itu, dan waktu berjalan gua melupakan semua kalimat jahat gua itu sama dia.
Daniel memang pria yang sangat baik, dia tidak pernah merasa sedih dengan kalimat-kalimat gua. Dia tetap selalu setia ada dalam hidup gua. Dia rela menjaga anjing gua di rumah saat gua pergi keluar kota sama keluarga. Padahal gua tau dia alergi sama bulu anjing. Jadi kalau pas gua jemput anjing gua, muka dia merah-merah gitu. Pas gua Tanya, dia bilang cuma salah makan padahal akhirnya gua tau, dia itu alergi bulu anjing.
Entah apa yang dipikiran Daniel. Mengapa dia sangat baik sama gua. Lama-kelamaan gua jadi mempertanyakan kebaikan dia. Di suatu malam, entah karena gua lagi bad mood karena habis rebut sama nyokap. Gua langsung mempertanyakan semua yang ingin gua tau.
“ Kenapa sih, loe ini ini baik sama gua?” Tanya gua.
“ Gua baik sama siapapun kok, buat apa jahat sama orang?” jelas dia ngambang.
“ Tolong jujur, loe ini suka gua apa nggak, dan kebaikan loe ini ada maksud untuk merebut hati gua apa gimana?”
Daniel terdiam menatap wajah gua hampa dan berkata.
“ Angel, gua mungkin suka sama loe, tapi rasa suka gua? tidak akan sebesar keinginan gua untuk berharap menjadi kekasih loe, menjadi sahabat loe saja sudah cukup bagi hidup gua. Ngerti..”
“ Tapi gua ga mau dibaikin sama loe, gua gak mau loe salah paham. Gua Cuma ingin loe tau, kebaikan loe itu bikin gua merasa bingung, karena gua sama sekali gak kepikiran loe jadi pacar gua.”
“ Ya, gua tau kok. Gua pun ga kepikiran sama kesana. Tenang aja..”
Tapi gua tetap ragu dengan jawaban dia, sejak saat itu gua putusan untuk gak mau ketemu dia. Gua juga merasa risih dengan gosip dari semua orang kalau kita adalah kekasih. Sebagai cewek, rasanyaDaniel tidak pantas untuk gua. Itu lah kesombongan yang selalu gua pertahankan. Sejak saat itu, gua selalu menghindari Daniel. Ga angkat telepon dia, sampai lebih buruknya menghapus dia dari facebook gua. Gua tau, dia sering mencari gua, sering kirim pesan ke facebook gua, mempertanyakan mengapa gua harus menghindar dan membenci dia secara tiba-tiba. Tapi gensi yang tinggi untuk menjawab akhirnya membuat gua melupakan dia tanpa ampun. Gua bilang lewat pesan facebook.
“ Jangan pernah muncul dalam hidup gua, kalau emang loe anggap gua teman, kalau loe muncul itu hanya bikin gua stress.” Ya, kalimat gua yang kasar untuk seorang Daniel yang tanpa salah.
3 bulan kemudian.
Adik gua Teddy, mengalami sebuah kecelakaan motor. Kakinya patah dan lebih buruknya lagi nyawanya terancam karena dia kehilangan darah yang sangat banyak. Golongan darah adik gua termasuk langkah, berjenis 0, sedangkan stock rumah sakit kosong, akhirnya gua terpaksa meminta tolong sama teman-teman. Celakanya mereka semua gak ada yang punya jenis golongan darah itu. Dokter bilang, dalam waktu 24 jam, stock darah harus ada. Gua cemas. Gua gak mau kehilangan adik gua, setelah kehilangan bokap gua karena meninggal.
Gua terus berdoa dan menulis status gua di facebook tentang kebutuhan darah 0 untuk adik gua. Karena terlalu stress akhirnya gua malah ketiduran dan pasrah. Tiba-tiba saat gua terlelap, suster bilang ke gua. Adik gua sudah mendapatkan donor. Gua begitu bahagia. Darah yang paling sulit itu akhirnya ditemukan. Gua ga terlalu mikir siapa yang mendonorkan darah itu karena lebih mementingkan adik gua selamat dulu karena akan operasi. Tuhan memberkati adik gua, dia selamat dan akhirnya lolos dari masa kritis.
Saat gua lagi santai, suster yang tadi kasih info donor tanpa sengaja bertemu. Gua pun bertanya, siapa donor yang berbaik hati, gua ingin mengucapkan terima kasih. Suster itu bilang.
“ Dia cowok,umurnya 24, tinggi, putih, tapi dia menolak untuk disebutkan namanya. Abis donor langsung pergi gitu aja, uda saya suruh istirahat dulu, tapi gak mau, katanya ada keperluan, padahal darahnya banyak loh yang diambil.”
Ya siapapun dia, gua berterima kasih. Saat gua sudah mulai tenang. Dan adik gua sudah bisa bicara. Seorang sahabat menelepon gua. Dan berkata hal yang sangat mengejutkan.
“ Angel. Daniel kecelakaan mobil. Dia kritis di rumah sakit pik.”
“ Kok bisa?” Tanya gua dalam hati.
“ Loe mau jenguk gak?”
Bodohnya lagi, saat itu gua putuskan untuk tidak menjenguk.Gua masih merasa malu untuk bertemu dia walaupun temen gua bilang dia kritis. Gua heran, sebenarnya gua ini makluk ciptaan tuhan yang gimana sih? Kok gua tiba-tiba gak punya hati untuk seorang yang baik seperti Daniel walau dia sedang kritis.
Seminggu kemudian, gua mendapatkan kabar kalau Daniel dipindahkan ke rumah sakit Singapura untuk perawatan yang lebih baik. Gua masih gak bergeming. Lama-lama gua jad penasaran juga dengan kondisi Daniel.Sampai akhirnya, gua mencuri-curi waktu dengan melihat facebook dia.Sebuah wall dari sahabatnya membuatnya gua sangat terpukul. Tulisan yang membuat gua merasa menjadi gadis yang sangat berdosa. Status terakhir Daniel yang terbaca setelah beberapa hari sebelum kejadian dia kecelakaan,
“ Daniel, adik Angel masuk rumah sakit, dia butuh golongan darah 0. Loe bukannya golongan darah 0. “
“ Iya, gua tau,, gua lagi otw kesana..”
gua jadi teringat kalimat suster tentang sosok Daniel. Dan gua akhirnya paham, mengapa dia gak mau sebutin nama dia saat mendonor, orang semulia ini yang rela menolong tanpa pambrih telah gua lewatkan dalam hidup gua. Gua sangat menyesal. Dengan segara cara gua mencari tau keberadaan Daniel. Gua mencoba telepon dan sms tapi telepn dia ga aktif. Sampai akhirnya gua menyerah. Gua hanya bisa berdoa dia lekas sembuh sehingga gua bisa ketemu dia
tapi rasanya semua itu hanya jadi mimpi. Karena sahabat gua berkata dan membuat tubuh gua lemas.
“ Daniel uda disisi tuhan”
Hati gua hancur. Retak dan sangat menyesal.Bahkan gua gak sempat mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan ketulusan dia disisi gua. Kalau saja gua bisa menarik waktu dan mengubah segalanya, gua akan meminta maaf dan menyadari betapa dia sangat berharga lebih dari arti seorang kekasih.
Dia adalah seorang sahabat yang telah mengajarkan gua tentang arti cinta kasih, tentang sebuah pengorbanan dan kehidupan.
Daniel, mungkin loe gak akan pernah jadi kekasih gua. Tapi loe akan menjadi bagian dalam hidup gua. Dan biarkan gua meminta izin untuk mengatakan kepada dunia kalau loe adalah kekasih gua, walau terlambat.
Semoga kisah ini menjadi kisah yang memberikan arti bagi kalian untuk mengerti kebaikan diatas segalanya.
kekasih ku Angel
Kekasihku Angel - Kisah Cinta di Antara Perbedaan
” Karena cintalah yang mengubah perbedaan di dunia ini, karena hanya cintalah yang mengubah warna mata diantara hati kita, karena cintalah, aku hidup diantara kisahmu.” Agnes Davonar.
Kata orang, kita terlahir di dunia ini dengan penuh kebahagiaan ketika ibu kita melahirkan, tapi sayangnya kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan sebagai apa? Ada yang terakhir sebagai orang kaya, ada yang terakhir sebagai orang miskin. Tapi, semua itu gak akan sepenting bagaimana kita hidupnya, bagaimana bila kita terakhir perbedaan warna kulit, dimana cinta menghalangi kita untuk bersatu. Kisah ini mungkin kisah paling klasik di dunia ini, begitu lah gua menyebutnya. Bagi gua, hal yang terpenting dalam hidup gua adalah mencinta dia walaupun pada akhirnya harus berakhir dengan kenyataan yang pahit.
Namanya Angel, wajahnya cantik oriental. Kulitnya putih seperti porselin dan matanya sipit tapi tajam seperti elang. Hal itulahyang pertama gua lihat saat berada di sebuah mal, saat itu gua sedang bekerja sebagai sales promotion boy. Gua menjual hendphone terbaru merek sony,kebetulan hari ini adalah hari terakhir dimana setiap tamu berhak untuk mendapatkan diskon 20 persen dari harga normal. Saat itu Angel muncul, dia tersenyum sambil membeli satu buah ponsel yang terbaru.
Entah kenapa, ketika melihat dia sebagai pembeli. Gua langsung terkesima. Dia datang ke meja gua. Tersenyum dengan lebar.
“ Tolong pasangin nomor kartu perdana gua dong?” pinta dia ke gua.
Gua hanya terdiam lalu memasangkan kartu itu ke ponsel dia, sambil bertanya.
“ Mau coba nelepon?” Tanya gua.
“ Boleh sih? Tapi gua ga ada nomor telepon teman?”
“ Kok bisa?” Tanya gua bingung.
“ Soalnya uda lama diluar, baru balik hari ini. Jadi nomor-nomor teman pada ilang semua..” jelas dia.
“ Gimana kalau gua tes, nelepon ke nomor gua?” Tanya gua.
“ Boleh..”
Akhirnya singkat cerita, dia menelepon ke nomor gua. Setelah berjalan dengan baik, dia membayar dan pergi. Sambil mengucapkan terima kasih, gua hanya tersenyum melihat dia. Dalam hati gua berkata, mungkin ini sebuah takdir terakhir kita setelah pertemuan ini. Tapi dari situ, gua jadi tau nomor telepon dia. Gua bahkan tidak tau siapa nama dia, tapi gua menyimpan nama dia dengan nama Angel, karena dia cantik seperti malaikat yang putih, jauh dari gua yang item dan lebih cocok disebut Pribumi.
Suatu hari, gua sadar gua tidak punya perkerjaan yang harus gua lakukan. Gua masih kuliah, masih harus menyelesaikan skripsi gua yang tertunda. Tema gua hari ini adalah kemacetan kota Jakarta. Gua jurusan teknik sipil, terpaksa harus tidur pagi dan bangun malam untuk melihat bagaimana kota Jakarta yang tidak macet hanya terjadi di malam hari.saat gua sedang duduk, ponsel gua secara ga sengaja tertekan, secara otomatis menelepon baris pertama bernama Angel. Tanpa gua sadari, ponsel gua terdiam dengan panggilan selama 1 menit lamanya. tiba-tiba Angel nelepon balik. Gua terkejut sekali, Angel yang bahkan gua uda lupa tiba-tiba nelepon.
“ Ini siapa ya? Kok telepon malam-malam?”
“ Ini gua Bima. “
“ Bima, gua ga kenal tuh? Kok bisa tau nomor ini?”
Gua merasa bingung, tapi lebih bingung lagi karena ga tau nama dia sebenarnya.
“ Gua yang dulu sales promotion yang jual hp, dulu karena loe ga ada nomor telepon yang dihubungin jadi pake nomor gua.. rasanya ponsel gua ga sengaja ketekan. Maaf ya..”
“ Oh gitu.. “ dia terdiam dan gua merasa dia terganggu.
“ Sorry deh kalau gitu, menganggu malam-malam..”
“ Ya, gapapa..”
“ Maaf kalau boleh tau, nama loe siapa ya?”
“ Angel..”
Gua merasa bingung, apa gua yang kebetulan kasih nama Angel, kok bisa sama dengan nama yang gua tebak asal.
“ Angel, salam kenal ya…”
Tiba-tiba kita terdiam seribu bahasa. Lalu dia mulai bertanya.
“ Bima sepertinya loe lagi di jalan besar ya, kok ada suara bajaj gitu..”
“ Iya.. sorry, lagi di jalan. Berisik ya..”
“ Gapapa, dimana sekarang?”
“ Lagi halte busway kebun jeruk neh..”
“ oh ya.. gua jadi pengen naik busway.. selama di Jakarta, ga pernah naik gituan.. “
“ Nah kalau gitu cobain dong.. “
“ Tapi gua ga suka macet.. setiap hari Jakarta macet. “
“ Iya juga sih,, tapi susah juga kalau Jakarta ga macet. Ntar ekonomi ga jalan”
Akhirnya yang tadinya kita Cuma ngobrol2 ga sengaja, jadi lama. Gua dan dia sepakat, nanti kapan-kapan akan ketemu, karena Angel mau cobain naik busway. Gua pede aja bilang kalau busway itu enak, padahal gua tau, antri untuk naik ini aja bikin kesel. Sejak saat itu, kita jadi sering-sering sms. Tapi gua ga berani nelepon dia. Dan lucunya, gua selalu sms di malam hari, ntah kenapa kalau siang hari. dia sepertinya hilang dalam hidup gua, kalau pun gua sms untuk nanya makan siang, dia hanya balas saat malam hari. tapi ga masalah, dia balas pun gua merasa senang. Dan lebih senang lagi akhirnya kita ketemuan. Angel penasaran sama tugas skripsi kuliah gua tentang macetnya Jakarta dan lebih penasaran lagi pas gua bilang, Jakarta di malam hari itu ga macet.
Angel itu anak orang kaya, jadi kalau kemana-mana selalu sama supirnya. Gua bingung harus jemput dia bagaimana, gua Cuma punya motor bebek. Tapi dia malah bilang suruh jemput dia di rumah, mencari rumah dia daerah Pantai indah kapuk aja bikin gua minder. Dengan sepenuh hati, akhirnya gua sampai deh ke rumah dia walau sempat ditanya-tanya satpam. Rumahnya super gede, dia keluar dengan celana jeans dan kaos oblong tersenyum sama gua.
“ Sudah siap nunjukin ke gua kalau Jakarta ga macet?”
Gua terdiam, mulut gua ga bisa jawab apa-apa, gua hanya bisa kasih helm ke dia. Dan kita pergi bersama keluar kompleknya dengan wajah kebingungan para satpam. Kita turun di halte busway, daerah harmoni. Angel sepertinya bingung, ia baru kali ini ngeliat halte busway. Dia cerita kalau selama ini dia tinggal di Amerika, baru balik tahun ini setelah 10 tahun lamanya disana. Tapi bahasa Indonesia dia tetap lancar, ga seperti cinta laura yang kadang masih sok English gitu.
“ Mau coba naik busway?” Tanya gua
“ Boleh sih, tapi nanti motor loe gimana?” Tanya dia.
“ Tenang aja, gua kenal sama orang yang jaga, soalnya uda sejak 6 bulan disini sama dia buat ngurus skripsi gua..”
Kita bayar tiket seperti orang-orang lain, memang karena sudah larut malam jadi sepi. Tujuan kita ke sudirman. Angel terdiam mengamati kota Jakarta, gua jadi ingin bertanya.
“ loe ga ngantuk, Angel?’
“ Gak, masih jetleg, santai aja. Gua suka kehidupan malam, lebih menarik kebanding siang.”
“ Oh ya, kenapa?”
“ Kalau malam hari, banyak bintang indah diatas langit, sedikit orang yang berisik dan paling penting ga macet..”
“ Emangnya di Amrik sana ga macet ya?” Tanya gua merasa bodoh, Angel ketawa.
“ Ya, semua negara itu pasti ada macetnya, tapi ga semacet Jakarta, ini kalau ga terpaksa balik ke Indonesia karena diminta nyokap, gua juga gak akan mau..”
Saat itu gua merasa Angel sedang menikmati suasaa malam, gua jadi ga mau ajak bicara dulu. Tiba-tiba dia malah nangis. Lah gua bingung setengah mati, banyak yang lihatin kita berdua.
“ Kenapa nangis Angel..?” Tanya gua bingung.
“ Gapapa, gua Cuma merasa sedih saja..?”
“ Kenapa?” Tanya gua bingung.
“ Jadi ingat anjing gua di rumah yang belum di kasih makan?”
Astaga, entah itu benaran apa kagak, tapi tangis dia itu seperti bukan karena anjingnya belum makan.Sejak pertemuan hari itu, kita jadi sering ketemuan dan selalu malam hari. kita semakin dekat, jadinya gara-gara kebanyakan sama Angel, skripsi gua malah kagak selesai-selesai. Tapi gua merasa bahagia bersama dia, setidaknya gua merasa mengenal dia dengan baik dari sebelumnya. Dia anak yang cerdas dan selalu bicara dengan apa adanya. Suatu saat gua bertanya sama dia.
“ Angel loe kenapa secantik ini belum punya pacar?”
“ Hehehe, males aja.?”
“ Why.?”
“ Ya males, lebih enak sendirian, kalau punya pacar itu bikin pusing, loe sendiri gimana?”
“ Gua jujur aja sih, pacaran terakhir waktu sma gitu, putus gara-gara jarak jauh..”
“ Ya, itu mah klasik banget, sekarang ada yang loe suka ga?” Tanya Angel ke gua.
Saat dia bertanya gitu, ingin rasanya gua bilang kalau gua lagi suka sama dia. Tapi gua cukup tau diri, banyak perbedaan antara kita. Jadi gua hanya terdiam sambil berkata.
“ Gak ada, nanti kalau ada, gua kasih tau ya..”
“ Ditunggu ya, Bima, setelah lurus, rencananya mau kerja apa?”
“ Maunya sih jadi presenter Tv atau wartawan. Gua suka meliput dan membuat berita, kali-kali aja bisa hehehe.”
“ Harusnya sih bisa, kenapa gak?”
“ Doakan saja lah..”
melissa marsella
“ Apa agama loe Bima?” Tanya Angel ke gua.
“ Gua muslim..”
“ Oh ya.. baru kali ini gua punya teman seorang muslim,”
“ Oh ya, kalau loe sendiri ?”
“ Gua Kristen.. “
Gua senang, Angel tidak terkejut ketika gua sebut agama gua. Dia merasa nyaman, karena selama di Amrik sana, dia ngerasain banget bagaimana kejadian runtuhnya gedung wtc yang bikin semua umat muslim merasa bimbang karena selalu dituduh buruk. Angel bahkan sadar betul kalau gua seorang pribumi sejak awal kita berkenalan tapi sepertinya dia tidak pernah membedakan gua. Suatu hari, Angel ingin merayakan ulang tahunnya yang ke 21. Dia menyuruh gua datang ke pesta yang diadakan di rumah dia.
Gua sebenarnya bingung mencari hadiah yang tepat untuk dia, sebab dia orang kaya yang sudah bisa dapatkan apapun dia yang mau. Akhirnya gua putuskan memberikan dia sebuah diary yang unik, sebagai kado untuk dia. Saat gua datang, dia nyambut gua dengan gembiranya. Gua hanya tersenyum, tapi rasanya adayang aneh melihat gua hanya setitik hitam diantara warna putih di ruangan itu. Angel kenalin gua ke orang tuanya.
“ Ma, Pa.. ini Bima teman saya, kenalin ya..”
Bonyoknya hanya tersenyum kecil ketika melihat gua, mereka baik dan menyambut gua dengan penuh hangat. Saat gua pulang, Angel bahkan mengantarkan hingga motor gua. Gua senang ketika malam hari sebelum tidur dia sempat sms gua bilang kalau dia senang dengan kado diary yang gua kasih, sebab sejak pulang dari Amrik dia uda ga pernah nulis lagi, maka mulai hari ini dia akan menulis. 3 hari kemudian, Angel bilang akan pergi liburan sama keluarganya ke Singapura.Gua pun kebetulan akan sidang skripsi gua dalam beberapa waktu lagi. Untungnya skripsi gua dinyatakan lulus, gua senang dan berpikir untuk mengundang Angel makan malam sebagai bentuk syukur gua.
Saat makan malam, Angel memberikan gua sebuah hadiah yang telah ia beli dari singapura, sebuah kalung yang bertulisan nama gua Bima.
“ Makasih ya, kata gua?”
“ Bima, mungkin dalam waktu sebulan lagi, gua akan balik ke Amerika..”
Kalimat dari dia yang bikin gua merasa kehilangan dan sedih. Tapi gua mencoba untuk tegar.
“ Sebelum gua pergi, bolehkah gua bertanya sama loe?” Tanya Angel.
“ Silakan Angel..”
“ Apakah pernah ada cinta diantara kita?”
Gua terdiam, bingung menjawabnya. Tapi gua merasa ini saatnya gua ungkapkan semua isi hati gua ke dia.
“ Angel, sejujurnya gua memang suka sama loe, loe satu-satunya cewek yang bikin gua jatuh cinta. Tapi gua merasa, gua sepertinya berharap terlalu besar?”
“ Kenapa?” Tanya Angel bingung.
“ Karena gua seorang yang miskin, gua pribumi dan bukan lah cowok idaman Angel.” Kata gua pasrah.
Angel terdiam beberapa saat lalu menjawab.
“ loe salah, loe adalah cowok idaman gua!”
“ Hah..” kata gua terkejut dan bingung,
Entah apa Angel sedang bercanda atau membuat gua GR, tapi rasanya ini seperti mimpi.
“ Sejak awal, gua ga pernah lihat perbedaan diantara kita, mengenal loe membuat gua lebih mencintai dunia ini lebih jauh, jauh sebelum dimana gua berpikir hidup gua sia-sia.”
“ Terima kasih ya, kata-kata loe membuat gua senang hehehe, jadi GR neh.”
Angel berkata hidupnya hanya dikelilingi oleh orang-orang yang merasa semua bisa dilakukan dengan uang, tapi dia merasa saat bersama gua, dia bisa merasa uang bukan segalanya, dia merasa bagaimana dia mengerti kehidupan itu diatur dengan semangat dan kejujuran.Sejak saat itu, kita jadian. Kita selalu berdua walaupun Cuma sebulan lamanya, banyak hal yang kita lakukan, tapi sayangnya suatu hari saat kita lagi berdua, seorang sanak saudara Angel melaporkan ke orang tuanya tentang hubungan kita. Gua pun sebenarnya tau, Angel merahasiakan hubungan gua sama dia ke bonyoknya.
Bonyoknya marah besar, dan berkata ke Angel.
“ Kamu boleh pacaran sama siapa saja temen-temen kamu yang kamu kenal, tapi jangan sama cowok item itu, itu ga ada dalam adat keluarga kita”
Tapi Angel bersih keras bilang kalau dia mencintai gua dan memperjuangan hubungan kita. Gua sama sekali ga tau masalah dia dengan keluarga, hingga suatu hari gua berpikir ada yang lucu dengan Angel. Dia sempat bilang kalau dia akan balik ke Amerika dalam dua hari kedepan. Gua pikir malam terakhir sebelum dia pergi, gua pengen ngajak makan malam. tapi dia uda ngajak duluan untuk malam malam. kita ada ditempat paling romantis di pantai mutiara. Angel terduduk dengan cantiknya, api lilin menerangi wajahnya diantara kegelapan malam.
“ Kalau gua ke Amerika nanti, gua mau loe ga usah nunggu gua ya?”
“ Hah, kenapa gitu?” Tanya gua sedih.
“ Ya, jangan nunggu gua ya, gua ga tau kapan balik. Nanti kamu sedih nunggunya.”
“ Lah jaman kan uda maju, bisa pake facebook, atau chating segala macem, kan bisa tetap berhubungan Ngel”
Angel terdiam. Dia menyerahkan buku diary yang gua kasih ke dia.
“ Kok dibalikin?” Tanya gua.
“ Ini gua tulis semua sejak loe kasih ke gua sebagai kado, tapi rasanya ga mungkin gua bawa ke Amerika, karena lebih baik loe simpan, untuk kenang-kenangan.”
“ Tapi ini kan gua kasih untuk loe..”
Angel tidak bicara, dia memaksa gua untuk ambil lagi buku diary yang terpaksa gua ambil.Gua tau, dia ingin putusin gua secara halus dengan cara seperti ini, salah gua sejak awal maksa menjadi pacar dia yang pasti akan pergi dalam hidup gua suatu saat. Malam itu, walaupun dengan suasana ga enak hati, kita akhirnya melewatkan malam terakhir dalam hidup kita bersama. Gua masih ingat satu kalimat terakhir dari dia untuk gua.
“ Bima, dunia ini tidak pernah adil ya, ada yang terakhir kaya dan bahagia, tapi ia merasa kesepian. Ada yang terakhir miskin dan sedih, tapi dia ga merasa kesepian. Ada gak cara untuk membuat semua merasa adil dan sempurna.”
“ Angel, ga ada yang abadi di dunia ini, semua bisa merasa sedih, senang, kapan saja. Bersyukurlah atas hidup ini, seperti gua bersyukur bisa mengenal loe dan menjadi bagian dalam hidup loe.”
Angel menangis mendengar gua bicara begitu, sama seperti dia pertama kali menangis saat gua mengenal dia di halte busway. Malam itu kita berpisah dan gua tau ini malam terakhir kita, dia mencium gua untuk pertama kalinya sejak kita berhubungan, gua menahan kesedihan dalam hati dan berpikir
bima sastranegara
inilah saat terakhir kita. Saat pulang gua membaca semua isi diary dia, dari situlah gua tau kenapa angel kembali ke Indonesia. Dia kembali karena baru saja kehilangan kekasihnya dalam sebuah kecelakaan di amerika, gua jadi tau kenapa dia benci macet. Karena macet itu lah yang membuat pacarnya tertabrak saat berjalan karena mobil yang mencoba cari jalan untuk keluar dari macet.
Kekasihnya yang telah tiada, lucunya lagi memiliki nama yang sama dengan gua, Bima, sebuah kebetulan yang unik. Angel menyukai malam karena dia selalu ingin tidur di siang hari agar bisa melupakan saat-saat bersama kekasihnya dalam benak dia, lucunya lagi kalau malam dia merasa lebih tenang karena saat itulah dia merasa bisa hidup tanpa pernah melihat kejadian tragis tewasnya suami dia karena siang hari. dari situ gua tau, mungkin gua hanya sebuah kebetulan dalam takdir dia. Kebetulan dimana gua bernama sama, kebetulan karena gua hadir dalam hidup dia saat dia kosong.
Mungkin dia ga pernah cinta gua karena kita berbeda dalam segala hal,3 tahun lamanya kisah itu berakhir dan kini gua sudah menggapai mimpi gua menjadi seorang presenter di sebuah tayangan telivisi, tapi bayangan Angel terus selalu ada dalam hidup gua.Suatu siang, gua harus membawa berita acara tentang kilas luar negeri.Gua harus membacakan berita tentang sesuatu yang tak gua inginkan dan baru menyadari di akhir berita kalau berita itu adalah tentang Angel.
“ Seorang warga negara Indonesia yang berada di Amerika, ditemukan tewas karena menyelamatkan seorang anak dari topan Katrina, tubuhnya terhantam sebuah tembok beton yang runtuh. “
Gua terdiam ketika wajah foto perempuan penyalamat hidup itu muncul, sosok foto itu ga asing untuk gua. Dia adalah Angel. Gua ingin menangis ketika melihat isi berita itu, tim produsen terdiam melihat gua kebingungan, akhirnya gua selesaikan tugas membaca berita itu dan menangis di akhir acara,
Angel, nama dia sebenarnya bukanlah Angel. Tapi dia merasa dirinya lebih suka disebut Angel, karena sebenarnya hidupnya telah hilang sejak kepergian kekasihnya, kini semoga saja mereka dipertemukan kembali, dan kepergiannya seperti seorang pahlawan yang tidak pernah dinilai dengan uang. Seperti kata dia ke gua, uang bukan segalanya dalam hidup.
Dan gua beruntung mengenalnya walaupun sadar, dia tidak pernah sesungguhnya menjadikan gua kekasih dia, tapi bagi gua dia adalah kekasih gua yang abadi.
tamat
cinta sampai di ujung dunia
Cinta Sampai di Ujung Dunia: Arti Cinta Sejati Hingga Akhir Hayat
” Cinta sejati, kau adalah bagian terindah dalam hidupku yang tak akan pernah hilang oleh waktu hingga nafasku berakhir di dunia ini” Agnes Davonar, penulis.
BY : KASKUS.US
DI suatu malam yang tak terlupa, aku masih ingat saat pertama kali mengenalnya. Memang cinta tak selalu berakhir bahagia, tapi aku percaya, cinta yang abadi akan selalu satu dalam kenangan. Aku mungkin tak pernah bahagia disepanjang hidupku karena kehilangan dirinya, tapi aku merasa bahagia karena kisahnya menjadi inspirasi bagi siapapun yang mencintainya, Angel, kekasihku yang telah pergi.
Namaku Hendra, suatu malam aku mengendarai vespa tuaku, kalian tau? aku sangat tergila-gila dengan vespa walaupun saat ini sudah banyak motor baru yang lebih keren dari vespaku. Aku sadar semua orang akan tertawa melihat vespa bututku tahun 1970-an tapi ini warisan kakekku, aku bukan tidak ada uang untuk membeli motor baru tapi sayangnya aku memang mencintai motor vespaku. Bahkan vespaku ini membawaku dalam sebuah kisah cinta yang tak akan pernah kulupakan, sebuah kisah cinta yang akan kubawa sampai ke ujung dunia.
Awalnya begini, saat aku pulang ditengah malam bersama vespaku. Tiba-tiba hujan turun dan aku langsung mencari tempat berteduh untuk mencegah mesin vespaku rusak karena tetasan air hujan, karena mesinnya sudah tak kuat menahan air. Saat aku berteduh tiba-tiba seorang gadis muda berlari dan ikut berteduh. Dia melemparkan senyum padaku,aku pun tersenyum balik. Tiba-tiba ia jatuh tergeletak begitu saja di depanku, aku panik tapi tidak tau harus berbuat apa. Aku mendekatinya.
“ Sakit asmaku kambuh..” ujarnya pelan,
“ Obatnya kamu bawa..” tanyaku.
“ habis…” aku menjadi panik sehingga mengatakan padanya untuk bertahan karena aku bukan dokter, aku akan mencari bantuan tapi bingung kalau hujan seperti ini tidak akan ada orang yang bisa kumintai tolong.
Karena keadaanya terus memburuk aku pun terpaksa menggendongnya lalu menyuruhnya untuk bertahan sebentar duduk di vespaku. Akhirnya niatku menghindari vespaku dari air tertahan, Kami pun menembus badai hujan mencari rumah sakit terdekat, beberapa saat kemudian kami tiba di rumah sakit, ia langsung mendapatkan pertolongan pertama.Sayangnya saat aku melihat motor vespaku, motorku tidak mendapatkan pertolongan apapun dan mati begitu saja karena mesinnya kemasukkan air. Aku langsung meninggalkan gadis yang bahkan aku tidak tau namanya itu dan harus mendorong motorku hingga beratus –ratus mil hingga tiba di rumahku.
Mungkin nasibku baik karena Tuhan membalas perbuatanku pada gadis itu karena tiba-tiba aku mendapatkan perkerjaan sebagai wartawan seperti pekerjaan idolaku, Bayu mukti. Perkerjaan pertamaku menjadi reporter jalanan ,semua berjalan dengan baik, aku menjalankan tugasku dengan sempurna. Kemudian aku diangkat menjadi presenter acara TV dimana tugasku meliput hobby komunitas Vespa yang menjadi salah satu kegiatan favoritiku. Suatu ketika saat aku berada di studio, seorang rekanku berkata ada seseorang yang ingin bertemu denganku. Aku pun bertemu dengannya di ruang lobby, ia menyapaku dengan tersenyum.
“ Siapa ya?”
“ Hei kamu lupa ya? Aku gadis yang kamu tolong waktu itu. Senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan kamu”
“ Maksudnya..?” tanyaku bingung berusaha mengingat sosok gadis didepanku, ia cantik dan manis.
Ia pun menjelaskan kalau ia gadis yang aku tolong saat malam itu karena asma, ia melihatku secara tidak sengaja di TV, namanya Angel. Ia datang untuk mengucapkan terima kasih padaku dan ingin mengundang aku untuk makan malam bersamanya. Aku tidak dapat menolak permintaannya dan malam dimana ia mengundang, aku pun datang, kami makan malam bersama di sebuah tempat yang menarik, tak jauh dari kantorku di Kedoya. Angel adalah gadis muda yang menjadi guru, malam saat dulu kami berjumpa dengannya memang sangat kebetulan karena saat itu ia hendak pulang tapi hujan besar datang padahal rumahnya tidak jauh darisana, andai saja aku tau rumahnya tak jauh, mungkin aku tidak perlu repot2 membawanya ke rumah sakit hingga vespaku menjadi museum sekarang.
Sejak pertama melihatnya aku telah jatuh cinta, kami pun semakin dekat hingga akhirnya kami menjadi sepasang kekasih. Angel terlahir yatim piatu dan besar di panti asuhan sehingga hidupnya adalah inspirasi bagiku, hatinya mulia karena ia bekerja sebagai guru bagi anak-anak yang tidak mampu di sebuah pinggiran pasar dimana murid-murid itu adalah anak-anak pekerja serabutan hingga tukang pikul , sungguh tragis karena anak-anak itu yang untuk makan saja sulit. Tapi hati Angel tergerak untuk mengubah keadaan mereka bercermin dari keadaanya sewaktu kecil.
Sebuah yayasan sosial memberikan sumbangan kepada impiannya untuk membuat sekolah gratis. Aku bahkan terkadang ikut membantunya mengajar murid-muridnya yang berjumlah puluhan orang.Nah hingga suatu ketika aku mulai berpikir mengajaknya untuk menikah, kami pun bertunangan. Ia setuju memilihku sebagai pasangan hidup walaupun pekerjaanku bukanlah pekerjaan yang mampu membuatnya bahagia tapi baginya materi bukanlah sesuatu yang di dunia yang ia inginkan, cintaku sudah cukup memberikannya kebahagiaan.
Karena terlalu sibuk bekerja, Aku cemas akan penyakit asmanya yang sudah bersamanya sejak kecil, terkadang aku ingatkan dia untuk tidak terlalu memaksakan diri. Ia selalu bilang padaku bahwa penyakitnya bukan sebuah halangan baginya untuk bekerja, karena Tuhan akan selalu bersamanya. Aku tidak bisa melawan kehendaknya tapi hanya bisa mengingatkannya untuk selalu membawa alat bantu pernafasan dan obat-obat sehingga kejadian dimana kami ditakdirkan tidak terulang lagi. Ia setuju, kalau sudah begitu aku pun dapat bekerja dengan tenang meliput setiap kegiatanku sebagai wartawan.
Suatu malam kami bersama dan saling berkisah tentang apa yang hendak kami capai di masa depan.
“ Angel, kalau sudah menikah kamu ingin punya anak berapa?”
“ Berapapun yang diberikan Tuhan aku akan menerimanya..”
“ loh kenapa begitu?”
“ aku sudah memiliki banyak anak-anak di kelas yang kuanggap anak, mereka adalah cerminan dan harapanku di masa depan. Memang bukan anak kandungku, tapi aku adalah guru sekaligus ibu kedua mereka, jadi berapapun anak yang hendak diberikan Tuhan, kita patut bersyukur kan?”
“ Iya sih, kamu begitu mulia mendedikasikan hidupmu bagi mereka, aku iri dengan kamu ”
“ Kamu pun bisa bila mau, aku ini berpenyakit asma. Kalau aku kenapa-kenapa kamu harus gantikan aku mendidik mereka supaya menjadi orang berguna ya.?” Kata Angel.
“ Kok ngomong gitu sih.. Jadi BT- neh,,,”
“ Bercanda kok.. Oh ya , Dra. Besok aku akan melakukan kunjungan antar sekolah gratis di pulau seribu bersama anak-anak, kamu mau ikut..?”
“ Ya mau sih tapi besok kan aku harus kerja sayang. Ada tugas bawain acara..”
“ Kalau gitu kamu doakan saja deh semoga acara ini berhasil, soalnya kalau kunjungan antar sekolah gratis ini berhasil diliput media aku yakin bakal banyak orang-orang tergerak untuk membuat sekolah gratis..”
“ Hehe. Aku pasti dukung kamu, mediaku juga pasti dukung kamu.”
“ Aku ingin berandai-andai, kalau kamu terlahir kembali, kamu ingin jadi apa Dra?”
“ Hm. Aku ingin jadi burung saja..”
“ Kalau aku, aku ingin menjadi bunga mawar”
“ Ya, dengan mawar yang indah dan wangi, kamu akan mengenalku bila nanti kamu jadi burung, dan menghisap maduku untuk kebahagiaan kamu..”
“ Ada ada aja, sekarang pun kamu tetap wangi kok, walau belum mandi kan?” ledekku.
“ Jahat kamu. “
Malam itu menjadi malam paling indah bagiku untuk mengenal hatinya yang penuh dengan kemuliaan. Aku tidak sempat mengantarkannya pergi karena sejak pagi aku harus bekerja. Ia sempat meneleponku dan berkata ia membawa serta 3 murid yang ia pilih sebagai siswa perwakilan, aku hanya berkata padanya untuk berhati-hati dan jangan lupa membawa obatnya.Karena ia akan melintas lautan, aku tidak bisa lagi meneleponnya karena sinyal akan hilang.
Beberapa jam kemudian aku memulai tugasku untuk membawakan berita siang, seorang rekanku mengatakan ada headlines yang harus aku bawakan. Tentang kecelakaan kapal laut di lautan kalimantan, aku tergeletak dan mulai cemas. Tapi sebagai professional aku harus membawakan berita itu, aku membacakan berita dimana kapal laut itu menabrak sebuah kapal barang yang muncul secara tiba-tiba karena kabut laut yang terlalu membutakan pandangan.
Terdapat sepuluh korban dalam kecelakaan itu hingga aku tak menyangka aku harus menyebutkan satu nama yang tak bisa kubayangkan. Angel, aku terdiam sejenak. Semua kru memandangku dengan bingung, air mataku berjatuhan tapi sekali lagi aku harus membacakan berita itu.
“ Seorang guru meninggal setelah menyelamatkan tiga muridnya yang tenggelam saat kecelakaan terjadi, nyawa guru itu tidak tertolong saat dibawa ke daratan karena mengalami asma. Nama guru yang bagaikan pahlawan itu adalah Angel. Sekian headlines hari ini..”
Aku tak lagi mampu berdiri diruangan itu, aku langsung meminta sahabatku yang tidak pernah mengerti mengapa aku menangis mengantikan posisiku. Aku langsung menuju rumah duka dimana kekasihku ada disana, hatiku bersedih dan sepanjang perjalanan aku hanya bisa menangis, saat aku tiba, tubuh Angel telah membiru dan dingin. Tiga muridnya memelukku, aku hanya bisa menangis mengenang apa yang pernah terjadi diantara kami. disaat kematiannya ia masih bisa tersenyum, bahkan disaat ia menyadari hidupnya tak lama lagi ia masih mampu menyelamatkan murid-muridnya dari maut tanpa peduli keadaannya.
Dia adalah gadis yang tak akan pernah kulupakan walau cinta kami telah berakhir, selama aku menjalin kasih dengannya kami tidak pernah mengabadikan kenangan kami, kami memang bertekad hanya akan membuat album foto yaitu saat pernikahan kami kelak nanti. Sayangnya impian itu tidak pernah terjadi, tapi aku tidak ingin pernah melupakan dia sepanjang hidupku walau dengan keadaan apapun. Dan biarkanlah apapun yang terjadi dengan dirinya walau tanpa cahaya kehidupanpun, aku ingin abadi dengannya. ia memang saat ini membeku bersama panggilan Tuhan, tapi aku yakin ia bahagia bersama Tuhan disampingnya.
Kini kenangan kami di dalam foto menjadi wajah terakhir kami yang tersimpan dengan indah, Angel mungkin telah pergi untuk selamanya, tapi kisah dan pengbdian dia terhadap dunia akan hidup selamanya , kalau sudah demikian halnya aku yakin Cinta kami tak akan berakhir walau sampai ke ujung dunia pun hingga kami bertemu lagi. Dan seperti harapannya, walau kini ia telah pergi dengan meninggalkan raga, raganya mewangi secara ajaib sewangi bunga mawar seperti impiannya kelak terlahir menjadi mawar merah yang indah dan wangi.
Selamat jalan Angel.
kisah ini hanya fiksi dan penulis hanya terinspirasi dari foto.
